Calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan tiga Sandiaga Uno - Ceme Keliling

Saat Fadli Zon Minta Djarot Tak Gusur “Kampung Anies-Sandi”

Ceme Keliling – Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mengunjungi Kampung Kebon Bayam, Kelurahan Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (13/9/2017) kemudian. Kedatangannya ke lokasi tersebut bertujuan buat berdialog menggunakan rakyat yang kampungnya pada saat dekat akan segera digusur.

Kampung Kebon Bayam merupakan sebuah permukiman yg tercatat terdiri berdasarkan 535 ketua keluarga (KK). Permukinan itu terletak di sisi utara eks Taman BMW. Rencana penggusuran Kampung Kebon Bayam dilatarbelakangi adanya planning pembangunan stadion internasional di huma yang tercatat memiliki luas 6,6 hektar itu.

Saat kedatangannya ke Kampung Kebon Bayam, Fadli menyatakan bahwa rakyat setempat mendukung pembangunan stadion di lahan eks Taman BMW. Namun, warga tadi juga menuntut kejelasan nasib mereka di sana.

“Mereka mendukung pembangunan stadion, namun mereka juga mau kentara nasibnya lantaran di sini ada 535 KK & infonya listrik serta air kemarin sempat diputus. Ini kan enggak manusiawi. Harus ada pembicaraan karena di sini terdapat semangat buat penataan,” ujar Fadli.

Fadli mengimbau Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat buat nir mengambil menggusur Kampung Kebun Bayam & menyerahkan penataannya kepada gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta terpilih, yaitu Anies Baswedan & Sandiaga Uno.

“Gubernur kini ini kan masa waktunya tinggal menghitung hari, sebaiknya nir merogoh tindakan drastis, jadi serahkanlah pada gubernur dan wakil gubernur yg akan datang & abaikan mereka yang menata,” kata politisi Partai Gerindra itu.

Saat kampanye Pilkada DKI 2017, Sandiaga sempat mendatangi Kampung Kebon Bayam. Warga setempat pun menamai kampungnya itu menggunakan nama Kampung Anies-Sandi.

Penamaan Kampung Kebon Bayam sebagai Kampung Anies-Sandi bahkan dilakukan dengan seremonial potong pita, yg dilakukan pribadi oleh Sandi. Setelah Sandi memotong pita, warga juga mengalungkan kalungan bunga kepadanya.

“Selamat Kampung Bayam sekarang sudah ganti jadi Kampung Anies-Sandi,” ucap galat seseorang warga yg sebagai pembawa program kampanye Sandi.

Warga menyatakan perubahan nama dilakukan lantaran mereka menyakini Anies dan Sandi akan membawa perubahan. Dalam kampanyenya, Sandi memang sempat berjanji nir akan menggusur Kampung Bayam jika terpilih.

“Kita nir akan main gusur. Tapi akan kita tata kampung ini jadi baik lagi, jadi indah lagi,” ujar Sandi pada 25 Januari 2017.

Ceme Keliling

Saat menanggapi permintaan Fadli, Djarot menyatakan bahwa pemerintahannya wajib menegakan peraturan dan tidak boleh menoleransi pelanggaran.

“Terima kasih sarannya Pak Fadli Zon, tapi kami pemerintah itu harus menegakan peraturan. Kami tidak mungkin membela mereka-mereka yang melanggar, kita harus menciptakan ketertiban di sini,” istilah Djarot di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis.

Tetapi Djarot menyatakan akan balik mengecek status lahan permukiman Kampung Bayam. Jika memang permukiman ilegal, dia menegaskan Pemprov DKI akan menertibkannya.

Djarot menjanjikan Pemprov DKI pula akan memberi solusi bagi rakyat pada setiap penertiban yang dilakukan, termasuk bagi rakyat Kampung Kebon Bayam.

“Kami tidak pernah menggusur orang bila itu sahih. Kami akan memindahkan, merelokasi masyarakat supaya mereka mendapatkan loka yang mampu dipertanggungjawabkan berdasarkan sisi keselamatan, kesehatan, & keabsahannya,” tegas Djarot.

Informasi ini dipersembahkan Oleh Lembaga Official Ceme Keliling

 

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *