Presiden Joko Widodo, Dewakartu168 - Ceme Keliling

Presiden Jokowi Bertanya Bagaimana Kabar Negatif Tentang Saya?

Ceme Keliling – Presiden Joko Widodo menggali warta miring mengenai dirinya yg beredar pada rakyat pada para ulama Jawa Tengah yg diundang ke Istana Presiden, Jakarta, Rabu (13/9/2017) sore.

“Tadi Pak Jokowi kan bertanya, bagaimana liputan negatif mengenai saya? Terutama isu PKI dan segala macam,” ujar Suada, pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Huda, Cilacap, Jawa Tengah, usai rendezvous.

Para ulama pun berkomitmen buat meluruskan informasi miring yang menjelaskan bahwa Jokowi adalah PKI.

Suada menambahkan, warga semestinya jangan percaya begitu saja informasi yang diterima. Apalagi, fakta tersebut tidak kentara sumbernya serta menyudutkan seseorang.

Suada menambahkan, Jokowi memulai karier politiknya menjadi Wali Kota Solo. Dalam proses sebagai orang angka satu di Solo itu, pemerintah pastinya mempunyai catatan tentang silsilah Jokowi & ketika itu tidak ada yang mempersoalkan keluarganya.

“Saya kira waktu dia dijadikan Wali Kota Solo kan itu umat Islam hampir milih semua. Semua partai berbasis Islam itu pula kan menentukan semua. Kalau beliau PKI masak iya sih?” ujar Suada.

Selain soal keterangan dusta & berita negatif, ulama & Presiden juga membahas sejumlah topik, mulai menurut bantuan pemerintah Indonesia terhadap pengungsi Rohingya, pendidikan karakter serta bank wakaf mikro.

Suada mengaku gembira lantaran pertemuan berlangsung hangat dan berkesan tidak berjarak. Ia berharap komunikasi serupa terus terjalin sampai di masa mendatang.

Masa Kecil Dan Keluarga Jokowi

Ceme Keliling – Joko Widodo lahir menurut pasangan Noto Mihardjo & Sudjiatmi & merupakan anak sulung dan putra satu-satunya menurut empat bersaudara.

Ia mempunyai 3 orang adik wanita bernama Iit Sriyantini, Ida Yati & Titik Relawati. Ia sebenarnya memiliki seseorang adik pria bernama Joko Lukito, namun tewas ketika persalinan. Sebelum berganti nama, Joko Widodo mempunyai nama kecil Mulyono.

Ayahnya asal berdasarkan Karanganyar, ad interim kakek dan neneknya berasal berdasarkan sebuah desa pada Boyolali. Pendidikannya diawali menggunakan masuk SD Negeri 112 Tirtoyoso yang dikenal menjadi sekolah buat kalangan menengah ke bawah.

Dengan kesulitan hidup yang dialami, beliau terpaksa berdagang, mengojek payung, & jadi kuli panggul buat mencari sendiri keperluan sekolah dan uang jajan sehari-hari.

Saat anak-anak lain ke sekolah dengan sepeda, dia memilih buat permanen berjalan kaki. Mewarisi keahlian bertukang kayu menurut ayahnya, dia mulai bekerja menjadi penggergaji di umur 12 tahun.

Jokowi kecil sudah mengalami penggusuran rumah sebanyak 3 kali. Penggusuran yang dialaminya sebesar 3 kali pada masa mini mensugesti cara berpikirnya & kepemimpinannya kelak selesainya sebagai Wali Kota Surakarta ketika harus menertibkan permukiman masyarakat.

Setelah lulus SD, dia lalu melanjutkan pendidikan pada SMP Negeri 1 Surakarta. Ketika dia lulus Sekolah Menengah pertama, dia sempat ingin masuk ke SMA Negeri 1 Surakarta, namun gagal sebagai akibatnya pada akhirnya ia masuk ke SMA Negeri 6 Surakarta.

Jokowi menikah dengan Iriana di Solo, lepas 24 Desember 1986, dan mempunyai 3 orang anak, yaitu Gibran Rakabuming Raka (1988), Kahiyang Ayu (1991), dan Kaesang Pangarep (1995).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *