dewa poker zone - Jimly Asshiddiqie

Ini Penilaian Mantan ketua MK mengenai Ambang Batas Capres

Ini Penilaian Mantan ketua MK mengenai Ambang Batas Capres

Dewa poker Zone News | Pembahasan ,mengenai Presiden threshold 20 persen semakin memanas antar  Parpol ketika pemerintahan Jokowi menetapkan Pasal 222 yang akan banyak berpengaruh pada Capres 2019 nanti.

Beberapa parpol menilai pencanangan Pasal tersebut adalah untuk kepentingan partai Politik Elite dan tidak menunjukan rasa demokrasi. Namun Pak Jokowi kembali mengatakan bahwa Pencanangan ini pernah dilakukan pada pemilu sebelumnya dan kenapa baru diributkan sekarang.

Disamping itu, Mantan Mk Jumly Asshiddiqie memberi penilaian tersendiri, menurutnya penetapan pasal UU pemilu tersebut bisa melanggar konstitusi bisa juga tidak, Sebab nilai dukungan tersebut masih memungkinkan untuk dicapai banyak pihak. Ibarat nilai ini seperti mengantung.

Baca juga : Kisah Haru Seorang Gadis Yang Bertemu dengan Ayahnya Lewat Aplikasi Ojek Online Setelah 10 tahun Berpisah

“Makin tinggi dia makin menghambat kebebasan, kalau makin rendah dia menghambat konsolidasi demokrasi. Nah yang 20 persen ini sudah kita praktikan. Maka selama ini konstitusional dia putusan MK yang dulu juga mengatakan ini pilihan bebas, tapi memang lebih baik kalau lebih rendah supaya calonnya lebih banyak menimbang yang tadi,” kata Jimly di Kantor Pusat Kegiatan ICMI pada Rabu (9/8).

Pihaknya membenarkan bahwa peraturan Threshold sudah lama diberlakukan , dan baru akan berlakukan kembali pada Capres 2019. Dewa poker Zone news

Jimly pun meyampaikan dengan  peraturan Presiden Threshold ini akan ada 3 sampai 4 Calon yang biasanya akan maju pada Capres 2019.

Hanya saja Jimly berharap Capres tidak berjumlah dua orang saja, karena bila terjadi maka keadaan Capres 2019 akan menegangkan seperti contoh  yang terjadi di Amerika Serikat Yang hanya berada pada dua kubu yakni Calon partai Demokrat dan Calon Partai Republik.

“Karena masyarakat Amerika itu industries sebelum merdeka, sebelum jadi negara, mereka sudah industries. Satu kelompok kepentingan dekat dengan produsen, satu kelompok dekat dengan buruh, yang dekat buruh namanya Demokrat, yang dekat produsen namanya Republik,” terang Jimly.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *